Kenapa Disiplin Lebih Penting Ketimbang Motivasi dan Bagaimana Cara Menjadi Disiplin?

Saya baru saja membaca artikel dari startupbisnis.com mengenai disiplin dan motivasi. Saya pikir sangat bagus apabila artikel tersebut saya tulis ulang dan di-share lewat ini. Ok, mari kita mulai.

Pendapat kita semua mengenai pentingnya motivasi bisa melupakan bagaimana disiplin bekerja di dalam kehidupan. Kecenderungan kita adalah “termotivasi”, sehingga sering melupakan bahwa disiplin merupakan kunci keberhasilan.

Setidaknya ada dua hal penting mengapa disiplin lebih bernilai dari motivasi:

1. Disiplin Sifatnya Konsisten Sementara Motivasi Cepat Berlalu

Disiplin bersifat konsisten. Setiap hari Anda pergi bersekolah atau bekerja pada jam yang sama. Itulah bagaimana disiplin bekerja. Sementara itu, motivasi adalah sebuah hal yang bisa hilang beberapa jam selepas Anda membaca buku motivator atau mengikuti seminar wirausaha mengenai sukses di usia muda.

2. Disiplin adalah Habit, Sedangkan Motivasi Sifatnya Situasional

Disiplin adalah pengulangan dalam melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Ia tidak hilang dalam situasi yang berbeda, ia terus hadir dalam berbagai kesempatan mulai dari senin sampai sabtu. Tetapi bagaimana dengan motivasi? Ia bisa hilang kapan saja, sifatnya begitu situasional. Seorang siswa yang mengerjakan PR ketika belajar kelompok, bisa lebih termotivasi; namun saat teman-temannya pergi, semangatnya bisa kandas begitu saja.

Advertisement

Bagaimana Cara Menjadi Disiplin?

1. Yang Anda Lakukan Benar-Benar Bernilai

Bagaimanapun, memang sulit untuk berdisiplin. Kecuali… Di dalam kedisiplinan Anda, ada tujuan pasti yang begitu membahagiakan jika Anda telah berhasil mencapainya.

2. Buang Alasan

Alasan adalah penghambat, kita sering berada di suatu titik alias tidak kemana-mana, karena banyak alasan. Cukupkan alasan, dan segera lakukan sesuatu.

3. Berpikirlah Sederhana

Berpikirlah sesederhana mungkin. Anda tidak perlu memikirkan kapan Anda sampai ke tujuan, jangan memikirkan pencapaian terus menerus. Biarlah berjalan bagai air yang mengalir. Jalani dengan sederhana, Anda hanya harus pergi bersekolah kemudian pulang ke rumah, dan semuanya selesai sudah.

4. Keep Doing

Terus melakukannya apapun yang terjadi. Jangan mudah berhenti, paksa dan pacu diri Anda untuk terus berada di rutinitas tersebut.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *