Pecundang atau Sang Juara, Pilih Mana?

loading...

Di Sabtu pagi ini, saya teringat sebuah perbincangan dengan seorang teman, terkait mental seorang pencundang.

Suatu ketika teman saya bilang, semua orang jika ditanya apakah ingin menjadi kaya, ingin sukses, memiliki mobil atau motor sport, tentunya sangat-sangat passionate. Mereka begitu menginginkannya.

Tetapi, masalahnya adalah, kebanyakan mempunyai mental seorang pecundang, yang artinya, hanya bermimpi namun tidak ada tekad untuk memuwujudkannya. Dalam hati, para pecundang hanya berkata “Ah, saya mah orang miskin, enggak kebeli barang kayak gitu”, kemudian setelah berkata demikian, mereka semakin menyerah dan akhirnya, hidupnya benar-benar seperti sampah.

Sedikit sekali yang mempunyai mental pemenang, mental juara. Para champion holder, tidak mudah meredam asa. Secara sungguh-sungguh mereka menancapkan keinginan untuk meraih kesuksesan di pikiran dan hati mereka. Seluruh daya dan upaya dikerahkan meskipun semuanya terlihat tidak mungkin dicapai!

Pernahkah Anda mendengar cerita bagaimana seorang anak miskin kemudian di masa dewasa ia berubah menjadi seorang pengusaha kaya raya? Bermanfaat bagi jutaan orang? Dan dikenal di seluruh penjuru dunia? Mungkin sebagian besar dari kita acap kali mendengar cerita mengguncang tersebut.

Advertisement

Ingatlah, bocah-bocah miskin bisa sukses karena percaya bahwa mereka mempunyai kesempatan yang sama seperti para konglomerat di tangga-tangga teratas. Mereka mempunyai mental pemenang, mental yang membawa mereka menuju tangga juara yang sebenarnya.

Sahabat, mari kita analogikan tulisan saya di atas ke dalam ranah blog ini, ranah penguasaan bahasa Inggris. Saat kita sekarang masih mentah, dalam artian tidak mempunyai kemampuan apapun yang bisa dibanggakan dan hanya iri saat melihat teman bisa cuap-cuap dengan lancar atau meraih nilai listening yang tinggi, itu tidak masalah!

Hal terpenting adalah: di dalam seluruh pembuluh darah kita, tidak ada aliran mental pencundang sedikitpun, tidak pernah tergambar mental menyerah kalah. Tanamkan dalam diri bahwa sesungguhnya, kita bisa melakukannya seperti mereka. Kita bisa membuat semua kedaan berbalik. Awalnya tidak bisa apa-apa menjadi bisa mengalahkan siapa saja!

Ingat bahwa kita tidak terlahir sebagai pecundang, kita adalah para juara, sang pemenang sejati!

Bagaimana cara kita meraih kemenangan yang sebenarnya? Bergeraklah dan bukan hanya menunggu. Buatlah situasi sehari-hari Anda sebagai situasi yang dipenuhi oleh kata-kata bahasa Inggris. Mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulislah menggunakan bahasa dari Negeri Harry Potter tersebut. Maka semua bisa karena biasa.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *