Apa itu Appositive? Baca Penjelasan Ini!

loading...

Apa itu Appositive? Baca Penjelasan Ini! –¬†Appositive merupakan kata benda, frasa kata benda, atau klausa kata benda yang berada setelah atau sebelum kata benda lainnya. Tujuan dari appositive adalah untuk mendeskripsikan atau menjelaskan.

Appositive biasanya dibatasi oleh tanda koma, tanda kurung, atau tanda hubung.

Untuk lebih mudahnya berikut ini ada beberapa contoh appositive dalam bahasa Indonesia:

1. Andika, teman baikku, adalah seorang polisi.
2. Tempat wisata paling laris di Lampung, Pantai Tanjung Setia, sangat cocok dijadikan tempat berselancar.

Perhatikan frasa cetak tebal di atas. Itulah yang dimaknai sebagai appositive. Fungsinya mendeskripsikan atau menjelaskan. Frasa teman baikku, pada kalimat pertama, menjelaskan siapa Andika. Sementara frasa tempat wisata paling laris di Lampung pada kalimat kedua, menjelaskan apa itu Pantai Tanjung Setia.

Posisi dalam Kalimat

Appositive mempunyai dua posisi. Pertama diletakkan setelah kata benda yang dideskripsikan, kemudian kedua, diletakkan sebelum kata benda yang dideskripsikan. Seperti pada dua contoh tadi dimana terdapat dua telah appositive yang berbeda.

Berikut contoh-contohnya agar Anda lebih jelas, perlu Anda ketahui bahwa frasa atau kata yang dicetak tebal merupakan appositive:

Sebelum noun:

1. Squid, Diana’s dog, walks slowly.
(Squid, anjingnya Diana, berjalan dengan lambat.)

2. Daniel, my brother, never get angry with us.
(Daniel, kakak saya, tidak pernah marah kepada kami.)

Setelah noun:

1. Diana’s dog, Squid, walks slowly.
(Anjingnya Diana, Squid, berjalan dengan lambat.)

2. My brother, Daniel, never get angry with us.
(Kakak saya, Daniel, tidak pernah marah kepada kami.)

Aturan Penggunaan Tanda Baca dalam Appositive

Dalam appositive, biasanya tanda baca yang digunakan adalah tanda koma. Namun, tidak selalu tanda ini digunakan. Anda perlu tahu bahwa tanda koma tidak digunakan apabila appositive memang harus ada.

Contoh:

One of Darsono’s brothers Martoyo came to my house last night.

Katakanlah Darsono mempunyai tiga orang kakak, yaitu Martoyo, Susilo, dan Punijo.

Advertisement

Kemudian, kalimat di atas bermakna bahwa salah satu dari kakak Darsono, yaitu Martoyo datang ke rumah saya tadi malam. Nah, Martoyo disini berperan sebagai appositive yang memang harus ada.

Bayangkan jika frasa ‘salah satu dari kakak Darsono’, kemudian tidak diberi penjelas ‘Martoyo’, maka orang-orang akan bingung dan bertanya-tanya, siapa kakak Darsono yang dimaksud? Apakah dia Martoyo, Susilo, atau Punijo? Membingungkan bukan?

Ketika terdapat situasi dimana appositive harus ada, maka hilangkanlah tanda koma. Namun, jika appositive tersebut hanya pilihan (bisa ada atau tidak), maka taruhlah tanda koma di kalimat Anda.

Contoh-Contoh Kalimat Appositive

1. My hobby, playing football, always makes me sweaty.
(Hobby saya, bermain bola, selalu membuat saya berkeringat.)

2. Fania, the beautiful doctor in this hospital, gave me a lot of medicines.
(Fania, dokter cantik di rumah sakit ini, memberiku banyak sekali obat.)

3. Harry, the handsome police, caught a murderer last week.
(Harry, si polisi tampan, menangkap seorang pembunuh minggu kemarin.)

4. Rose, my favourite flower, becomes the symbol of love,
(Mawar, bunga favoritku, menjadi simbol cinta.)

5. One of SUV cars in Indonesia Toyota Rush has a high number of fans since it firstly launched.
(Salah satu mobil SUV di Indonesia, Toyota Rush, mempunyai fans dengan jumlah yang tinggi sejak pertama kali diluncurkan.)

Itulah sedikit penjelasan mengenai Appositive, semoga bermanfaat bagi Anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *