10 Aturan Penting dalam Subject and Verb Agreement yang Harus Anda Ketahui

Apa itu subject and verb agreement? Secara singkat, ini merupakan sebuah aturan dimana antara subjek dengan kata kerja itu selaras. Misalnya, saat Anda menggunakan subjek my father, maka kata kerjanya adalah looks bukan look, karena my father merupakan subjek tunggal bukan jamak seperti we, they, atau people.

Artikel ini hasil tulis ulang dari sebuah tulisan dari Jane Straus, seorang pakar tata bahasa serta pernah menulis buku The Blue Book of Grammar and Punctuation.

Sebelum membaca artikel ini lebih jauh, Anda perlu tahu apa itu singular/plural subject dan singular/plural verb. Singular subject adalah subjek tunggal misalnya, he, she, dan it. Sedangkan Plural subject adalah subjek jamak misalnya, we dan they.

Sementara itu, singular verb merupakan kata kerja untuk singular subject misalnya, is, was, has, does, dan kata kerja lain yang diakhiri oleh s/es (untuk present tense). Kemudian plural verb adalah kata kerja yang digunakan untuk plural subject misalnya are, were, have, dan do. Ok, silakan simak 10 aturan penting dalam subject and verb agreement berikut ini.

Aturan 1

Dua singular subjects yang dihubungkan melalui or atau nor membutuhkan singular verb.

Contoh:

  • My father or my mother is visiting your house. (Ayah atau ibu saya sengan mengunjungi rumah Anda.)
  • Neither Danny nor Siska does not want to work with me. (Baik Danny maupun Siska tidak mau bekerja denganku.)

Dua contoh di atas menunjukkan bahwa kata kerja yang digunakan adalah is dengan does. Sehingga, meskipun disitu ada dua subjek, namun tidak menyertakan are dan do. Mengapa demikian? Karena kalimat itu dihubungkan oleh “or atau nor” yang berarti subjeknya hanya satu saja.

Aturan 2

Dua singular subjects yang dihubungkan oleh either/or atau neither/nor membutuhkan singular verb.

Contoh:

  • Neither David nor Dian does not help me to fix the car. (Baik David atau Dian tidak membantu saya memperbaiki mobil.)
  • Either Keenan or Kugi has been ready to go. (Baik Keenan atau Kugi telah siap untuk pergi.)

Sama dengan aturan nomor satu dimana subjek yang dihubungkan dengan either/or atau neither/nor menggunakan singular verb. Apa bedanya either/or dan neither/nor? Either digunakan untuk kalimat positif sementara neither digunakan untuk kalimat negatif.

Aturan 3

Ketika “I” merupakan salah satu dari subjek yang dihubungkan oleh either/or atau neither/nor, serta “I” diletakkan pada urutan kedua, maka ikuti subjek tersebut dengan kata kerja am.

Contoh:

Either my brother or I am going to go to the grandpa’s house next week. (Baik adik laki-laki saya ataupun saya akan pergi ke rumah kakek minggu depan.)

Aturan 4

Gunakan plural verb untuk singular subject yang dihubungkan ke plurar subject menggunakan or atau nor.

Contoh:

  • The bag or those pencils are mine. (Tas atau pensil-pensil itu adalah milik saya.)
  • The president or the armies are available to defend for our country. (Presiden atau para tentara siap untuk membela negara kita.)

Anda bisa lihat bahwa meskipun subjek yang pertama merupakan singular subject maka gunakanlah plurar verb bukan singular verb seperti is dan does. Mengapa demikian? Karena subjek yang kedua adalah plural subject. Begitu juga dengan either/or atau neither nor. Ketika subjek yang kedua merupakan plural subject maka gunakanlah plural verb.

Aturan 5

Gunakan plural verb untuk dua subjek atau lebih ketika mereka dihubungkan dengan conjunction and.

Contoh:

  • A pen and a pencil are the tools to write. (Pena dan pensil adalah alat untuk menulis.)
  • Diana and Sudirman plan to jog with me tomorrow morning. (Diana dan Sudirman berencana untuk jogging denganku besok pagi.)

Kedua kalimat di atas menggunakan singular subject. Karena and digunakan sebagai kata penghubung, maka disimpulkan bahwa singular subject yang digunakan berjumlah dua buah. Sehingga kalimatnya melibatkan plural verb bukan singular verb.

 

Advertisement

Aturan 6

Gunakanlah singular verb untuk pronoun seperti each, everyone, every one, everybody, anyone, anybody, someone, dan somebody. Jangan terpengaruh terhadap kata benda yang mengikutinya.

Contoh:

  • Each of the boys runs quickly. (Setiap anak laki-laki berlari dengan cepat.)
  • Everybody loves my father because he is so kind. (Semua orang mencintai ayah saya karena dia sangat baik.)

Perhatikan kalimat pertama, meskipun kalimat itu menggunakan frase the boys, namun saya tetap melibatkan runs (singular verb) bukan run (plurar verb) sebagai kata kerja. Kenapa demikian? Karena di belakangnya ada each yang berarti setiap, tiap-tiap, dan masing-masing. Sehingga subjeknya adalah singular atau tunggal.

Aturan 7

Kata kata yang mengindikasikan porsi atau bagian misalnya percent, some, all, none, part, dan majority, maka lihat objek preposisi yang ada di kalimat tersebut. Jika objek dari preposisi adalah plural, maka gunakan plural verb. Namun ketika objek preposisi adalah singular, maka gunakan singular verb.

Contoh:

  • All part of the cake has been eaten by my sister. (Semua bagian kue telah dimakan oleh adik perempuan saya.)
  • Fifty percent of the buildings have destroyed. (50 persen dari bangunan-bangunan telah dihancurkan.)

Di kalimat pertama saya menggunakan has (singular verb) karena objek preposisinya adalah the cake (singular form). Kemudian, di kalimat kedua kata kerjanya adalah have (plural verb), karena objek dari preposisinya adalah the buildings (plural verb).

Aturan 8

Frase the number yang berarti jumlah, diikuti oleh singular verb. Sementara kata a number yang berarti sejumlah, diikuti oleh plural verb.

Contoh:

  • The number of people that submit work application to us has been enough. (Jumlah orang yang menyerahkan lamaran pekerjaan kepada kita sudahlah cukup.)
  • A number of kids come to my shop and buy ice cream. (Sejumlah anak datang ke tokoku dan membeli es krim.)

Aturan 9

Ketika neither serta either merupakan subjek kalimat, maka gunakanlah singular verb.

Contoh:

  • Neither of us is capable to write a good essay. (Tidak ada satupun diantara kami yang mampu menulis essay yang bagus.)
  • Either of us is able to speak English. (Salah satu diantara kami mampu berbicara bahasa Inggris.)

Aturan 10

Kata who, which, dan that biasanya diletakkan di tengah kalimat. Kata kerja setelah who, which, dan that menggunakan kata kerja yang bergantung pada kata yang dideskripsikan. Ketika kata tersebut singular, maka gunakan singular verb, namun ketika kata tersebut adalah plural, maka gunakan plural verb.

Contoh:

  • Rizal is the teacher who is loved by all his students. (Rizal adalah seorang guru yang dicintai oleh semua muridnya.)
  • Riska is talking to the kids who buy the ice cream in my shop. (Riska berbicara kepada anak-anak yang membeli es krim di tokoku.)

Kalimat pertama tidak menggunakan is karena kata benda yang dideskripsikan oleh adjective clause adalah the teacher (singular). Sementara itu kalimat kedua menggunakan buy bukan buys karena kata yang dideskripsikan adalah the kids (plural).

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *