Penjelasan Nominative Case, Objective Case, dan Possessive Case dalam Kalimat Bahasa Inggris

Penjelasan Nominative Case, Objective Case, dan Possessive Case dalam Kalimat Bahasa Inggris

Cara meletakkan kata benda di dalam sebuah kalimat, itu ada beberapa jenis & yang paling umum adalah:

  1. Nominative Case (Kasus sebagai subjek)
  2. Objective Case (Kasus sebagai objek)
  3. Possessive Case (Kasus sebagai kepunyaan)

Di bawah ini, akan diuraikan satu demi satu tentang bagaimana peletakan kata benda atau noun di dalam kalimat.

Nominative Case (Kasus sebagai subjek)

Dalam poin ini, kata benda berfungsi sebagai:

a. Subjek dalam sebuah kalimat. Kata benda sebagai subjek pada umumnya diletakkan sebelum kata kerja atau kata kerja bantu.

Contoh:

Lisa plans to join us to Bandung tomorrow morning.
(Lisa berencana ikut kami ke Bandung besok pagi.)

Daniel starts to eat brown rice today.
(Daniel mulai mengkonsumsi beras merah hari ini.)

b. Apposition (keterangan tambahan). Kata benda sebagai keterangan tambahan merupakan kata benda yang ditulis untuk menerangkan subjek atau memberikan penekanan terhadap subjek. Pada umumnya, apposition ditulis diantara dua tanda koma.

Contoh:

Shinta, my sister, was in Jogja when I was born.
(Shinta, kakak perempuanku, sedang berada di Jogja ketika aku dilahirkan.)

Mr. Susanto, his father, died two years ago.
(Tuan Susanto, ayahnya, meninggal dua tahun lalu.)

c. Complement (pelengkap). Kata benda, jika ditaruh sebagai pelengkap mempunyai fungsi menerangkan subjek.

Contoh:

Mr. Jamal is a teacher.
(Tuan Jamal adalah seorang guru.)

They are football players.
(Mereka adalah pemain sepakbola.)

Objective Case (Kasus sebagai objek)

Dalam poin kedua ini, kata benda atau noun berfungsi sebagai objek dimana jika objek langsung maka disebut dengan accusative case. Contohnya:

She teaches biology.
(Dia mengajar biologi.)

Mr. Cokro reads a newspaper.
(Tuan Cokro membaca sebuah surat kabar.)

Sementara itu, jika objeknya merupakan objek tidak langsung, maka disebut dengan dative case.

Rita teach me a Mathematics.
(Rita mengajarkan saya Matematika.)

Devi asked me to take some water.
(Devi meminta saya untuk mengambil sedikit air.)

Possessive Case (Kasus sebagai kepunyaan)

Disebut juga dengan genitive case. Di dalam kasus ini, kata benda berfungsi untuk menunjukkan kepunyaan atau kepemilikan dengan cara memberikan tambahan apostrophe (‘) atau apostrophe s (‘s).

Contoh:
The man’s drink = minuman laki-laki itu.
The book’s cover = sampul buku itu.

Terdapat beberapa aturan penting ketika Anda ingin membentuk possessive case, antara lain adalah:

a. Jika kata bendanya tunggal atau singular, maka untuk membentuk possessive case, tambahkan ‘s dibelakang kata benda tersebut.

My nephew’s book = buku sepupuku
My father’s motocycle = sepeda motor ayahku
Toni’s computer = computer milik Toni

b. Jika kata bendanya jamak, dan tidak ada akhiran es atau s, maka tambahkan apostrophe ‘s untuk membentuknya menjadi possessive case.

The men’s cars = Mobil milik pria-pria itu
The women’s bags = tas milik wanita-wanita itu
The children’s bike = sepeda milik anak-anak itu

c. Jika kata bendanya jamak dan berakhiran huruf -s, maka untuk membentuk possessive case, cukup dengan menambahkan apostrophe pada akhir kata.

The tables’ color = warna meja-meja itu.
The houses’ roof = atap rumah-rumah itu.

d. Jika kata bendanya merupakan nama orang, dan berakhiran dengan huruf -s, maka cukup tambahkan tanda apostrophe (‘) saja.

Anis’ teacher = Gurunya Anis
Archimedes law = Hukum Archimedes

Baik teman-teman semua, semoga penjelasan di atas bisa dimengerti dengan baik, dan bermanfaat.