Cerita Rakyat Keong Mas dalam Bahasa Inggris dan Artinya

loading...

Cerita Rakyat Keong Mas dalam Bahasa Inggris dan Artinya – Yuk kita simak sebuah cerita rakyat mengenai keong mas yang dikemas menggunakan bahasa Inggris, lengkap dengan artinya. 🙂

Golden Snail

Long time ago there lived a king of Daha Kingdom named Kertamarta. He had two daughters named Dewi Galuh and Candra Kirana. Candra Kirana was a very beautiful and kind girl but his sister was an evil. One day, Candra Kirana was engaged to a prince of Kahuripan Kingdom named Raden Inu Kertapati who was handsome and wise.

This engagement made Dewi Galuh envied to his sister. Then she went to a witch to harm Candra Kirana. The witch agreed to do what Dewi Galuh asked. When Candra Kirana was walking around the palace garden, the witch came and cursed her. She transformed her into a golden snail. After that, Dewi Galuh threw her which has become a snail in the river.

One day, an old woman was looking for fish in the river using nets. When she was about to lift the net, she saw a golden snail transported. Then she brought the golden snail went home and put it in a jar. The next day, she returned to the river to look for fishes but unfortunately she did not get any fish. She was disappointed and returned to her house. However when she arrived, she was very surprised to see a lot of delicious dishes had been presented at the top of the table.

This incident occurred over and over in the next days. The old woman was curious. She finally decided to find out who did it to her by pretending to go to the river. She hid behind her house and peeked at what’s going on inside. Then she saw the snails turned into a beautiful woman and cooked meals for her. Soon the old woman came into her house, “Who are you?” Asked the old woman “I was a princess of Daha were cursed by a witch into a golden snail” said her. After telling what had happened to her, she was invited Chandra Kirana to stay with her.

The news of Candra Kirana’s loss made prince Inu Kertapati confused and sad. He searched for her all over the kingdom by disguising as a villager. The witch knew what was done by him. She was disguised as a raven to disrupt the prince’s effort to meet Candra Kirana. On his own way Prince Inu Kertapati was helped by an old man who was great. He hit the bird with his stick until it died. Prince Inu thanked to him. He also told the intent and purpose of his journey. After knowing what had happened, the old man told Prince Inu to search her in Dadapan village. Afterwards the prince traveled to the Dadapan Village right away.

After walking for days, the prince arrived in the Dadapan Village. He was very thirsty at that time. Then he saw a small hut and approached it. Suddenly he was shocked because he saw his fiancée was cooking through the window. He immediately entered the hut to see her. Finally they were both very happy because they met and the magic was lost. Then the princess told what had happened to her and she also introduced the old woman who had helped her to the prince. The prince was very grateful to the old woman. Then he brought Candra Kirana and the old woman to the palace. After arriving at the palace, the king was happy because her daughter had returned. He also knew what had happened to his daughter. Knowing his sister had been found, Candra Galuh run away from the palace because she was afraid of being punished by his father. Finally Candra Kirana and Raden Inu Kertapati were married and they lived happily ever after.

Advertisement

Artinya:

Keong Mas

Pada zaman dahulu hiduplah seorang Raja yang bernama Kertamarta dari Kerajaan Daha. Sang raja memiliki 2 orang putri yang bernama Dewi Galuh dan Candra Kirana. Candra Kirana adalah gadis yang sangat cantik dan baik tetapi saudaranya yang adalah seorang gadis yang jahat. Pada suatu hari Candra Kirana bertunangan dengan seorang pangeran dari Kerajaan Kahuriapan yang bernama Raden Inu Kertapati yang tampan dan bijaksana.

Pertunangan ini membuat Dewi Galuh iri kepada Candra Kirana, kemudian dia menemui seorang nenek sihir untuk mencelakai saudaranya itu. Sang penyihir itupun setuju untuk memenuhi permintaannya. Ketika Candra Kirana sedang berjalan di sekitar taman istana, Nenek sihir itu datang dan mengutuknya. Dia merubah Candra Kirana menjadi seekor keong mas. Lalu Dewi Galuh membuang Candra Kirana yang telah menjadi seekor keong mas di sungai.

Pada suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan di sungai dengan menggunakan jala. Ketika dia hendak mengangkat Jalanya, dia melihat seekor keong emas terangkut. Lalu dia membawa Keong Emas itu pulang ke rumahnya dan menaruhnya di dalam sebuah tempayan.  Keesokan harinya, wanita itu kembali ke sungai untuk mencari ikan tetapi dia tak mendapatkan ikan seekorpun. Dia sangat kecewa lalu dia kembali pulang kerumahnya. Namun ketika dia sampai, ia sangat terkejut melihat banyak masakan yang enak sudah tersaji di atas meja.

Kejadian tersebut kembali terjadi pada hari-hari berikutnya. Nenek tersebut bingung. akhirnya dia memutuskan untuk mencari tahu siapa yang melakukan dengan berbohong  pergi ke sungai. Dia bersembunyi di belakang rumanhya dan mengintip apa yang sedang terjadi di dalam. Dia melihat keong mas yang dia pelihara berubah menjadi seorang wanita cantik dan memasak makanan untuknya. Kemudian nenek itu masuk ke dalam rumah, ” Siapa dirimu ?” tanya nenek itu “aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh penyihir saudaraku” kata keong emas. Setelah menceritakan kejadian yang dialaminya, nenek itu mempersilahkan Candar Kirana untuk tinggal bersamanya.

Kabar tentang hilangnya  Candra kirana membuat pangeran Inu Kertapati bingung. Dia mencarinya ke seluruh penjuru kerajaan dengan cara menyamar sebagai rakyat biasa. Nenek sihir mengetahui apa yang dilakukan oleh Pangeran Inu Kertapati. Dia menyamar sebagai seekor burung gagak untuk mengangu usaha sang pangeran untuk menemui sang putri. Di perjalanan Pangeran Inu di bantu oleh seorang lelaki tua yang sakti. Dia memukul burung itu dengan tongkatnya hingga burung itu mati. Pangeran Inu sangat berterima kasih kepada lelaki itu dan dia juga menceritakan maksud dan tujuan perjalanannya. Setelah mengetahui apa yang terjadi, lelaki tua itu menyuruh Pangeran Inu untuk mencari di desa dadapan. Pangeran itu kemudian melanjutkan perjalanan ke desa dadapan.

Setelah berjalan berhari-hari, sang pangeran tiba di desa Dadapan. Dia merasa sangat haus. Lalu dia melihat sebuah gubuk kecil dan menghampirinya. Tapi kemudian dia terkejut, karena dari balik jendela ia melihat tunangannya sedang memasak. Segera ia memasuki gubuk itu untuk menemuinya. Akhirnya mereka berdua sangat bahagia karena telah bertemu dan sihir itu pun hilang. Kemudian sang putri menceritakan kejadian yang dialaminya dan juga memeperkenalkan Nenek yang telah menolongnya kepada sang pangeran. Sang pangeran sangat berterima kasih kepada nenek itu dan membawa nya bersama Candra Kirana ke istana. Sesampainya di Istana, Sang raja merasa gembira karena putrinya telah kembali. Dia juga mengetahui apa yang terjadi kepada anaknya itu. mengetahui hal tersebut, Candra Galuh melarikan diri dari istana karena takut dihukum oleh ayahnya itu. Akhirnya pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapatipun berlangsung dan mereka hidup bahagia selamanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *