Recount Text – Cerita Pengalaman Bersama Sahabat dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Cerita Pengalaman Bersama Sahabat dalam Bahasa Inggris dan Artinya – Pernah mempunyai pengalaman-pengalaman seru bersama sahabat? Anda bisa share seperti contoh recount text berikut ini. 🙂

My Old Friend, Badrol

When I was in elementary school, I had a best friend from Malaysia. His name was Badrol. He was handsome, clever, and very smart. All of my friends and my teachers very loved him. Although all of people loved him, he didn’t become arrogant. He was always kind to all of people. He also gave a help when people had an obstacle. He was a very good boy.

Badrol and I had a good friendship. I was really glad having friend like him. We came from a different family background. Although he came from a rich family. But he also still wanted me to be his friend. He always helped me when I got an obstacle. For example when I was sad because I got a bad score of English subject, he motivated me to survive and also teach me about the English subject that I had not mastered. We always went out together in the weekend. We usually went to a swimming pool and food court. He really like Indonesian tradisional food like sate and gado-gado. He also always visited my house. Because he really like sate and gado-gado. I asked my mother to cooked that. We ate those food together, we had fun together with my family.

One day I was invited by Badrol’s family to get a holliday. I was surprised because his family wanted me to visit his hometown in sabah, Malaysia. This was my first experience to go to Malaysia. After I got an permission from my parents to go there. I and Badrol’s family went to Malaysia by plane. At the plane I and Badrol saw the view from the plane windows. Badrol and I was very happy because the view was very beautiful. When Badrol, his family and I arrived at Malaysia we got a special response from Badrol’s family in sabah. I stayed in his uncle’s home. The atmosphere in sabah wasn’t different from Indonesia, but the taste of tradisional food was very different. I tasted laksa, nasi lemak, and roti canai. Those was very delicious. The next day I was invited to go to twin tower. Over there We toke some photos with the beautiful view of twin tower. After that we went to I city. There were so many play lands over there. We almost visited all of the play lands.

The next thing that made me more surprised was they invited me to watch final football match between Indonesian nasional football team against Malaysia nasional football team in bukit jalil stadium. I was so happy because in the stadium I met many people from Indonesia who watched that match. Although the final result Indonesian nasional team was lose, I still happy because I had not imagine if I was not had a friendship with Badrol probably i could not go to Malaysia and had a great traveling . I never forgot to give thankful to Badrol’s family because of their invitation I had the greatest holiday in my life. I also was grateful had a very kind friend like badrol.

Advertisement

Artinya:

Teman Lamaku, Badrol

Ketika saya masih di sekolah dasar, saya punya sahabat dari Malaysia. Namanya Badrol. Dia tampan, pintar, dan sangat cerdas. Semua teman-teman dan guru saya sangat mencintainya. Meskipun semua orang mencintainya, ia tidak menjadi sombong. Dia selalu baik kepada semua orang. Dia juga memberikan bantuan ketika orang memiliki kendala. Dia adalah anak yang sangat baik.

Badrol dan saya adalah sahabat baik. Saya benar-benar senang memiliki teman seperti dia. Kami datang dari latar belakang keluarga yang berbeda. Meskipun Ia berasal dari keluarga kaya. Tapi dia juga masih ingin saya menjadi temannya. Dia selalu membantu saya ketika saya mendapat kendala. Misalnya ketika saya sedih karena saya mendapat nilai buruk dalam pelajaran bahasa Inggris, dia memotivasi saya untuk bertahan dan juga mengajari saya tentang subjek bahasa Inggris yang saya tidak kuasai. Kami selalu pergi bersama-sama di akhir pekan. Kami biasanya pergi ke kolam renang dan food court. Dia benar-benar menyukai makanan tradisional Indonesia seperti sate dan gado-gado. Dia juga selalu mengunjungi rumah saya. Karena dia benar-benar suka sate dan gado-gado, saya meminta ibu saya agar ia memasak makanan tersebut. Kami makan makanan bersama, kami bersenang-senang bersama-sama keluarga saya.

Suatu hari saya diundang oleh keluarga Badrol untuk berlibur. Saya terkejut karena keluarganya ingin saya untuk mengunjungi kampung halamannya di sabah, Malaysia. Ini adalah pengalaman pertama saya untuk pergi ke Malaysia. Setelah saya mendapat izin dari orang tua saya untuk pergi ke sana. Saya dan keluarga Badrol yang pergi ke Malaysia dengan pesawat. Di pesawat saya dan Badrol melihat pemandangan dari jendela pesawat. Badrol dan saya sangat senang karena pemandangan itu sangat indah. Ketika Badrol, keluarganya dan saya tiba di Malaysia kami mendapat respon khusus dari keluarga Badrol di sabah. Saya tinggal di rumah pamannya. Suasana di sabah tidak berbeda dari Indonesia, tapi rasa makanan tradisional yang sangat berbeda. Saya merasakan laksa, nasi lemak, dan roti canai. Mereka sangat lezat. Keesokan harinya saya diundang untuk pergi ke menara kembar. Di sana kami mengambil beberapa foto dengan pemandangan indah menara kembar. Setelah itu kami pergi ke kota saya. Ada begitu banyak lahan bermain di sana. Kami hampir mengunjungi seluruh tempat bermain.

Hal berikutnya yang membuat saya lebih terkejut adalah mereka mengundang saya untuk menonton pertandingan sepak bola final antara tim sepakbola nasional Indonesia melawan tim sepak bola nasional Malaysia di stadion Bukit Jalil. Saya sangat senang karena di stadion Saya bertemu banyak orang dari Indonesia yang menonton pertandingan itu. Meskipun hasil akhir tim nasional Indonesia itu kalah, saya masih senang karena saya tidak membayangkan jika saya tidak punya persahabatan dengan Badrol mungkin saya tidak bisa pergi ke Malaysia dan memiliki perjalanan yang luar biasa. Saya tidak pernah lupa untuk memberikan berterima kasih kepada keluarga Badrol karena undangan mereka saya memiliki liburan terbesar dalam hidup saya. Saya juga bersyukur punya teman yang sangat baik seperti badrol.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *