Contoh Recount Text dalam Bahasa Inggris Tentang Pengalaman Buruk dan Artinya  

loading...

Contoh Recount Text dalam Bahasa Inggris Tentang Pengalaman Buruk dan Artinya – Yuk kita simak cerita dalam bahasa Inggris berikut ini. Seru lho. 🙂

Robbery

I was a young boy who loved to visit my friends’ house in the night. I did it because during the day, I had to school and studied. So, I had the time to visit and to chat with friends just in the night. However, because there was a bad experience, at this time, I do not want leaving the home at night anymore.

One day, I went to a friend’s house. I left home at 8:00 PM. I rode a motorcycle for 15 minutes and then arrived at the house. There was no special thing that we did, my friend, Andi and I just chatting, playing guitar, and playing games.

I was surprised when looking at the clock, I think it was still at ten or eleven, but it was already at 01:00 AM. Of course immediately, I went home. I ignored the ask of Andi to stay at his house. I still chose to go home because of my promise to my mother for not staying at that night.

I rode the motorcycle slowly. A few minutes later, I heard the sound of a car in a home. I was more curious when I heard a muffled cry. The cry was like a man whose the mouth was closed forcefully. I shut the motorcycle off and then walked to the house very slow, and this time I realize that it was the wrong decision.

Well, we were back again to the story. When I walked slowly, then the black-clad masked man saw me. He ran and caught me. I kept rebelling and trying to scream, but he had a very big body so that I could not escape. I stopped trying these efforts after one more person came in and pointed a gun at me.

I was very frightened. The two men told me to walk into the house and I saw five gunmen and three people whose the mouth had been locked up (it looked like that they were homeowners).

The robbers threatened, if we tried to escape, they did not hesitate to hurt us. I could only silent because it was very frightened. A few minutes later, one of the robbers took a knife and tried to stab a homeowner. It seemed that the robber annoyed because could not find the treasure he was looking for. Because threatened, the owner immediately told where the location of valuable things that he had.

I was curious about those valuable goods, when they found it, I tried to look, but I was immediately struck by the head. Then, I could only see it at a glance. Looked like they robbed diamonds.

After getting a pouch of diamonds, they wanted more. After being told about the diamond box by the house owner, suddenly they instructed me to stand up. They asked me to walk into a safe, open the safe, and took a pouch of diamonds. After I opened it, the safe contained a large snake, but he was asleep. Oh My God, it was the worst moment of my life. They told me to take diamond slowly so it would not to wake the snake. Luckily, I was able to take the pouch on the side of the snake and he did not wake up. I could take it successfully.

They took it from my hand quickly and bound the owners of the house, including me. We were all tied up and our mouths closed using a tape. They went quickly and silently. They were the professional robbers that success to make ​​me scared.

A few hours later, two people who would take the dawn prayer came to the house of curiosity why the door house was open. Finally we were all released and on that day I had to be at the police station all day because they were required me as a witness of the robbery.

I would never forget that night, the worst night!

Advertisement

Artinya:

Perampokan

Saya adalah anak muda yang sangat suka bermain ke rumah teman-teman saya di malam hari. Hal itu saya lakukan karena di siang hari, saya harus sekolah dan belajar. Sehingga, saya mempunyai waktu untuk berkunjung dan mengobrol dengan teman-teman di malam hari. Namun, karena ada satu pengalaman buruk, saat ini saya tidak ingin keluar rumah di malam hari.

Suatu hari, saya pergi ke rumah seorang teman. Saya berangkat dari rumah pukul 08.00 PM. Saya mengendarai motor selama 15 menit dan kemudian tiba di rumah teman saya. Tidak ada hal spesial yang kami lakukan, saya dan teman saya, Andika, hanya mengobrol, bermain gitar, dan bermain games.

Saya terkejut ketika melihat jam, saya pikir saat itu masih pukul 10 atau 11 malam, tetapi ternyata sudah pukul 01 pagi. Tentu saja saya segera pulang ke rumah. Saya tidak menghiraukan ajakan Andika untuk menginap di rumahnya. Saya tetap memilih untuk pulang ke rumah karena saya janji kepada ibu saya untuk tidak menginap.

Saya mengendarai motor dengan kecepatan sedang. Beberapa menit kemudian, saya mendengar suara mobil di sebuah rumah. Saya semakin penasaran ketika saya mendengar teriakan yang tertahan. Teriakan tersebut seperti orang yang ditutup mulutnya. Saya mematikan motor kemudian berjalan mendekati rumah tersebut, dan saat ini saya menyadari bahwa itu adalah keputusan yang salah.

Baiklah, kita kembali lagi ke cerita. Ketika saya berjalan secara perlahan dan membungkuk, seseorang bertopeng dan berbaju hitam melihat saya. Ia segera berlari dan menangkap saya. Saya terus memberontak dan berusaha berteriak, tetapi badan orang tersebut besar sekali sehingga saya tidak bisa melepaskan diri. Saya berhenti mencoba upaya tersebut setelah ada satu orang lagi yang datang dan menodongkan sebuah pistol ke arah saya.

Saya sangat ketakutan. Dua orang tersebut menyuruh saya untuk berjalan masuk ke dalam rumah tersebut dan saya telah melihat 5 orang bersenjata dan tiga orang yang telah disekap (sepertinya mereka adalah pemilik rumah).

Para perampok tersebut mengancam, jika kami mencoba melarikan diri, maka mereka tidak segan untuk melukai kami. Saya hanya bisa diam karena sangat ketakutan. Beberapa menit kemudian, salah satu orang perampok mengambil pisau dan mencoba menusuk seorang pemilik rumah. Sepertinya perampok tersebut jengkel karena tidak menemukan harta yang ia cari. Karena terancam, pemilik rumah segera memberi tahu dimana letak barang berharga yang ia miliki.

Saya penasaran dengan barang berharga tersebut, saat mereka menemukannya, saya mencoba melihat, tetapi kepala saya langsung dipukul oleh seorang perampok. Terpaksa, saya hanya bisa melihatnya secara sekilas. Sepertinya mereka merampok berlian.

Setelah mendapatkan satu kantung berlian, mereka ternyata menginginkan berlian lebih banyak lagi. Setelah diberitahu mengenai kotak berlian tersebut, tiba-tiba mereka menginstruksikan saya untuk berdiri. Mereka meminta saya untuk berjalan ke sebuah brankas, membuka brankas tersebut, dan mengambil satu kantung berlian. Setelah saya membukanya, ternyata brankas tersebut cukup dalam, dan berisi seekor ular yang besar namun sedang tertidur. Ya Tuhan, itu merupakan saat terburuk dalam hidup saya. Mereka menyuruh saya untuk berlian secara perlahan sehingga ular tersebut tidak terbangun. Beruntung, saya bisa mengambil kantung berlian yang ada di samping ular tersebut tidak terbangun. Saya bisa mengambilnya dengan sukses.

Mereka mengambil kantung tersebut dari tangan saya dengan cepat dan mengikat para pemilik rumah termasuk saya. Kami semua diikat dan mulut kami ditutup menggunakan isolasi. Mereka pergi dengan sangat cepat dan tanpa suara. Meraka adalah perampok profesional yang sukses membuat saya ketakutan.

Beberapa jam kemudian, dua orang warga yang akan menunaikan sholat subuh datang ke rumah karena penasaran mengapa pintu rumah terbuka. Akhirnya kami semua dilepaskan dan pada hari itu saya harus berada di kantor polisi seharian karena diwajibkan menjadi saksi perampokan.

Saya tidak akan pernah melupakan malam itu, malam terburuk!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *