6 Langkah Tepat Mengajarkan Comparative dan Superlative Kepada Siswa Anda

Comparative dan superlative adjectives merupakan jenis pembelajaran yang memerlukan langkah bijak. Seorang guru bisa menemukan bahwa ia salah langkah karena mengajarkan satu step lebih jauh serta meninggalkan step penting dibelakangnya. Sehingga, alangkah baik jika Anda mengikuti metode berikut ini ketika ingin menyampaikan materi comparative dan superlative kepada siswa Anda di kelas.

1.Perkenalkan bentuk comparative serta superlative yang terdiri atas satu suku kata

Tunjuk tiga orang siswa yang ada di kelas Anda dengan tinggi yang berbeda. Sebagai contoh, Anda mengambil Mario, Dewa, dan Adi sebagai contoh. Ucapkan salah satu bentuk degree of comparison missal, Dewa is taller than Adi, Adi is shorter than Mario. Tambahkan lagi kalimat Mario is the tallest of the three.

Pastikan siswa Anda mengerti bagaimana bentuk –er dan –est bekerja dalam degree of comparison. Cantumkan perbandingan yang terdiri dari satu suku kata lainnya yaitu smart, light, dark, bright, hard, dan pale.

2.Perkenalkan adjective satu suku kata yang berakhiran –e

Tunjukkan siswa Anda tiga buah spidol atau pensil dengan berbagai warna, tentu Anda juga bisa mengambil contoh benda lain. Kemudian libatkan adjective yang berakhiran –e di dalam perbandingan. Anda bisa mulai dengan kalimat the red one is nicer than the blue one atau the red one is larger than the blue one. Tambahkan lagi contoh seperti the green one is the nicest of the three.

Cara ini digunakan untuk memberikan pengertian bahwa adjective dengan akhiran –e cukup menambahkan –r serta –st dibelakangnya.

Advertisement

3.Perkenalkan adjective yang mempunyai susunan huruf konsonan-vokal-konsonan

Berikan contoh mengenai cuaca yang terjadi di kota Anda. semuanya bisa diawali dengan mengatakan bahwa June is hotter than December. Anda juga bisa mengatakan bahwa September is wettest than July. Sebutkan lagi kalau July is the hottest month.

Gunakan contoh-contoh kata lainnya dengan konteks pembicaraan yang berbeda dalam rangka mengajarkan siswa bahwa siswa wajib menambahkan satu huruf konsonan lagi di belakang ketika ingin membuat degree of comparison.

4.Tingkatkan ke adjective dua suku kata dan awali dengan adjective yang diakhiri oleh –y

Feeling atau perasaan hati dapat menjadi contoh awal. Salah satunya adalah kata happy, Anda bisa katakan Andina looks happier than Sandra dan Andrea is the happiest student in this class.

Ungkap contoh-contoh lain sehingga siswa Anda mengerti bahwa adjective dengan akhiran –y haruslah diubah menjadi “I” kemudian baru ditambahkan –er dan –est.

5.Perkenalkan ke adjective dengan dua suku kata atau lebih dengan menggunakan more serta most

Beberapa destinasi wisata dapat Anda gunakan dalam konteks ini, misalkan Semeru is more beautiful than Fujiyama. Bisa juga, Andurama is the most colorful park in this country. Serta katakan bahwa shopping in the Adinda mall is more expensive than the Davida mall.

Buat siswa Anda mencontohkan kata kata lain yang menggunakan more serta most di dalam degree of comparison.

6.Tingkatkan pemahaman siswa dengan memperkenalkan irregular adjective

Irregular adjective seperti good – better – best dan bad – worse – worst adalah hal paling tidak dimengerti oleh siswa dalam degree of comparison. Awali konteks pembicaraan dengan kondisi lalu lintas, Anda bisa mengatakan bahwa traffic in London is better than Jakarta. Atau Solo has the best traffic condition in Java.

Satu hal yang bisa Anda ungkapkan kepada siswa adalah bahwa irregular adjective tidak dapat diprediksi perubahannya dan seorang siswa tidak dapat menambahkan –er atau –est. Semua bergantung kepada aturan bahasa itu sendiri.

Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat kepada Anda. 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *