5 Tips Teratas Menjadi Seorang Guru yang Passionate Ketika Mengajar

Menjadi seorang guru, bagi saya merupakan sebuah pekerjaan yang terkadang membosankan. Sejalan dengan saya, banyak juga teman yang merasa malas mengajar serta sering memilih untuk tidak masuk kerja. Situasi tersebut tentu saja buruk apabila terus berlanjut.

Disaat Anda sebagai seorang guru juga mengalami kondisi serupa, perlahan 5 tips berikut ini bisa membantu Anda mengatasi kebosanan, serta mengubah Anda menjadi seorang passionate teacher.

1. Rajinlah Berolahraga

Bertahun-tahun saya diajar oleh seorang dosen yang berbeda. Kenapa saya katakan dia berbeda? Karena dosen yang satu ini selalu bergairah dalam mengajar. Ia hampir tidak pernah duduk dan terus bergerak sambil berbicara. Sangat berstamina! 🙂

Ternyata rahasinya adalah olahraga. Dosen saya tadi rutin menjaga kebugaran dengan berolahraga di pusat-pusat kebugaran dan beladiri. Meskipun umurnya sudah mengainjak kepala empat, namun semangatnya tetap tinggi.

Saran saya, cobalah untuk rutin berolahraga sebelum mengajar. Anda bisa mengawali 30 menit hari Anda untuk jogging di sekitar kompleks perumahan. Selain memberikan dampak kesehatan yang luar biasa, olahraga juga membuat stamina Anda tetap terjaga sepanjang hari.

2. Tetapkan Target Mengajar

Cobalah bangun di pagi hari, kemudian tanyakan kepada diri Anda sendiri mengenai target apa yang ingin Anda capai bersama dengan siswa hari ini. Misalkan, Anda ingin mengajarkan siswa mengenai conditional sentence, maka rumuskan bagaimana strateginya, kemudian tetapkan targetnya.

Ketika target Anda adalah 90 % siswa mampu memahami conditional sentence dengan baik. So, seriuslah mencapainya dan gunakan segenap kemampuan Anda untuk mencapainya.

Advertisement

3. Bersahabatlah dengan Siswa-Siswi Anda

Bagaimana perasaan Anda jika ingin berkumpul bersama sahabat-sahabat terbaik? Anda akan menjadi seorang yang bahagia bukan? Seorang yang bersemangat, iya atau tidak?

Begitu pula dengan konteks sub judul di atas. Menjadi guru yang ramah dan mampu bersahabat dengan siswa-siswi Anda bisa memberikan rasa kebersamaan yang begitu kuat. Keinginan siswa untuk belajar bersama Anda semakin terbangun dan begitu juga Anda, ketika siswa sudah senang dengan kehadiran Anda, maka Anda juga akan senang untuk datang ke sekolah serta menerapkan berbagai inovasi selama mengajar.

Menjadi sahabat siswa di kelas itu gampang, kuncinya jangan terlalu serius dan selipkan kata-kata candaan selama mengajar. Siswa sangat suka dengan guru yang humoris dan dengan menjadi sedikit lucu, saya yakin siswa akan menyukai kepribadian Anda.

4. Cari Bayaran Tinggi

Bekerja sebagai seorang guru, membuat Anda bisa dibayar dengan harga rendah maupun tinggi. Tentu sangat bijak apabila Anda memilih untuk meningkatkan kualitas dan pengalaman, kemudian mencoba pekerjaan dengan gaji yang lebih besar.

Gaji tinggi membuat Anda semakin semangat karena merasa kerja keras yang akan serta telah dilakukan mendapatkan harga yang cocok. Sementara itu, bagaimana jika Anda saat ini sedang berada di lingkungan dengan (maaf) gaji kecil? Cepatlah merasa bahwa Anda tidak pantas berada di level gaji tersebut, dan perbaiki kualitas dengan bekerja lebih baik dari sebelumnya.

Ketika kualitas tinggi telah ditangan, seketika itu juga pindahlah ke lembaga pendidikan lain untuk mencari gaji yang lebih besar.

5. Bekerjalah di Lembaga Pendidikan Swasta

Kenapa saya bilang begitu? Asumsi saya, bekerja di sekolah negeri entah itu berstatus sebaga guru honorer apalagi pegawai negeri sipil, akan memberikan kenyamanan tersendiri bagi si pengajar. Gaji yang pasti serta tidak ada target deadline dengan ancaman pemecatan tentu membuat seorang pengajar bebas berleha-leha. Apalagi jika mereka adalah seorang pegawai negeri sipil, saya yakin sekali potensi kemalasan akan semakin terus meningkat.

Berbeda dengan sekolah dan lembaga pendidikan swasta. Di lembaga pendidikan swasta, profesionalitas karyawannya terjaga, evaluasi akan terus dilakukan, dan pegawai yang tidak sesuai target akan dicopot. Tentu saja situasi tersebut memberikan Anda sebuah tekanan yang pada akhirnya menjadi tantangan untuk bekerja sebaik mungkin setiap hari. Gairah kerja yang muncul dipicu oleh target-target dari atasan.

Saya tidak mau menghakimi bahwa pegawai negeri sipil tidak bekerja dengan baik. Tetapi, situasi yang tidak menekan kita, tidak memberikan kita target, tidak memecat kita jika bekerja buruk, merupakan situasi yang membuat kita malas untuk menjadi passionate setiap hari.

Semoga tulisan di atas memberikan Anda manfaat. 🙂

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *